Kilas Balik Haul Akbar ke-201 Al-Habib Alwy Assegaf Gresik (3 Mei 2026): Jejak Waliyullah & Hikmah
Description
Pada Ahad, 3 Mei 2026 (16 Dzulqa’dah 1447 H), ribuan jamaah dari berbagai penjuru tanah air memadati Masjid Jami’ Gresik untuk menghadiri Haul Akbar ke-201 Al-Habib Alwy bin Muhammad bin Hasyim Assegaf, salah satu waliyullah terkemuka yang makamnya hingga kini menjadi destinasi ziarah umat Islam Nusantara.
Siapakah Al-Habib Alwy bin Muhammad bin Hasyim Assegaf?
Al-Habib Alwy bin Muhammad bin Hasyim Assegaf (w. 1824 M / 1240 H) adalah seorang ulama besar bermazhab Syafi’i dan beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah Asy’ariyah yang berasal dari keluarga Ba’alawi Gresik. Beliau adalah putra dari Al-Habib Muhammad bin Hasyim Assegaf, seorang dai dan ulama yang turut menyebarkan dakwah Islam Ahlussunnah di wilayah pesisir Jawa Timur.
Nasab mulia beliau tersambung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husain RA, Imam Ali Zainal Abidin, Imam Muhammad Al-Baqir, dan seterusnya hingga Al-Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, leluhur para Habaib Bani Alawi yang hijrah dari Hadramaut ke Nusantara.
Karomah dan Keteladanan: Mengapa Umat Berziarah?
Habib Alwy dikenal sebagai waliyullah yang memiliki karamah luar biasa. Salah satu kisah yang masyhur di kalangan masyarakat Gresik adalah bagaimana makam beliau, yang terletak di kompleks Masjid Jami’ Gresik, tidak pernah sepi dari peziarah bahkan di masa-masa sulit sekalipun. Para ulama thariqah Alawiyyah menuturkan bahwa beliau termasuk dalam silsilah para wali yang menjadi washilah keberkahan kota Gresik, melanjutkan jejak dakwah Wali Songo di pesisir utara Jawa.
Di antara keteladanan Habib Alwy yang patut direnungkan:
- Keistiqamahan dalam dakwah — Di masa penjajahan Belanda yang penuh tantangan, beliau tetap istiqamah mengadakan pengajian dan majelis taklim untuk masyarakat sekitar, menjaga api keimanan tetap menyala di tengah gelombang sekularisasi kolonial.
- Tawadhu’ luar biasa — Meskipun memiliki nasab mulia (sayyid), beliau dikenal sangat merendah dan tidak segan melayani masyarakat awam yang datang meminta doa dan nasihat.
- Cinta kepada ilmu — Beliau menekankan pentingnya sanad keilmuan bersambung dan mengajarkan kitab-kitab Ahlussunnah wal Jamaah kepada para muridnya, merujuk kepada karya imam-imam besar seperti Imam Al-Ghazali dan Imam An-Nawawi.
Rangkaian Haul Akbar ke-201: Laporan dan Dokumentasi
Haul ke-201 yang diselenggarakan pada 3 Mei 2026 ini dihadiri oleh para habaib, kyai, dan jamaah Ahlussunnah wal Jamaah dari berbagai daerah. Rangkaian acara meliputi:
- Pembacaan Maulid Simtud Durar oleh jamaah Alawiyyin Gresik
- Tausiyah dan mauidzoh hasanah dari para habaib dan asatidz
- Pembacaan Ratib Al-Haddad dan doa bersama
- Ziarah ke makam Al-Habib Alwy Assegaf di kompleks Masjid Jami’ Gresik
Bagi yang berhalangan hadir, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal resmi TAKLIM ASSEGAF, sehingga keberkahannya dapat dijangkau dari rumah. Alhamdulillah, haul berjalan khidmat dan lancar, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan menghimpun kita semua dalam syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW.
Hikmah dari Haul: Menyambung Sanad dan Merawat Adab
Haul bukan sekadar peringatan tahunan. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, haul memiliki makna mendalam:
- Menyambung sanad keilmuan — Dengan menghadiri haul, kita mengingat kembali mata rantai ilmu yang bersambung dari ulama ke ulama, dari guru ke murid, hingga sampai kepada Rasulullah SAW.
- Meneladani akhlak para wali — Jejak hidup Habib Alwy mengajarkan bahwa nasab mulia harus diimbangi dengan taqwa dan pelayanan kepada umat.
- Mendoakan para pendahulu — Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh.” Mendoakan para ulama yang telah wafat adalah bagian dari adab kita sebagai umat Islam.
Tanya Jawab (FAQ)
Siapakah Al-Habib Alwy bin Muhammad bin Hasyim Assegaf?
Beliau adalah ulama besar keturunan Rasulullah SAW dari jalur Ba’alawi, waliyullah Gresik yang wafat sekitar tahun 1824 M (1240 H). Makam beliau terletak di kompleks Masjid Jami’ Gresik dan menjadi destinasi ziarah umat Islam Nusantara. Beliau dikenal karena keteladanan dakwah, tawadhu’, dan perannya dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di pesisir Jawa Timur.
Kapan haul berikutnya (ke-202) diadakan?
Insya Allah haul ke-202 akan diadakan sekitar bulan Dzulqa’dah 1448 H (Mei 2027), tanggal pasti menunggu pengumuman resmi dari panitia. Pantau terus majelis.info/event untuk update jadwal terbaru, atau kunjungi kanal resmi TAKLIM ASSEGAF.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Al-Habib Alwy bin Muhammad bin Hasyim Assegaf dan seluruh guru-guru kita. Alfatihah.